Alasan Anda Harus hidup di Masa Kini dan Berorientasi ke Masa Depan
Salam dari saya untuk kita semua, setelah sekian lama saya tidak sempat menulis artikel di blog ini, karena kesibukan saya sehari-hari, pada akhirnya saya bisa menyempatkan diri untuk kembali menulis di blog ini setelah sekian lama tidak terurus. Apa kabar kalian semua? Semoga kalian baik-baik saja dan selalu berada dalam perlindungan Yang Maha Kuasa. Semakin hari, waktu semakin berlalu. Dan tidak terasa kita telah berada di tahun 2024, tepat pada pertengahan dekade 2020-an ini. Padahal rasanya baru kemarin kita hidup di era 2000an dan 2010an dengan segala macam peristiwa yang terjadi di dunia ini, baik suka maupun duka. Dan kini masa lalu tersebut tidak dapat terulang lagi untuk yang kedua kalinya. Mungkin diantara kalian yang setia dengan Blog ini atau sempat membaca artikel pada blog ini sudah menyelesaikan bangku pendidikan formal, baik di Sekolah maupun Perguruan Tinggi, memiliki pekerjaan atau sebuah usaha, atau bahkan mungkin sudah membina sebuah keluarga. Padahal sebelumnya kalian mungkin masih duduk di bangku sekolah ataupun masih menikmati masa-masa muda seperti saya, yang telah lama berlalu. Saya sendiri sudah membuat dan menulis blog ini sejak tahun 2012, tepatnya saat masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Dan hingga kini saya telah lulus kuliah sejak 6 Tahun yang lalu dan sedang berkelana mencari ilmu dan pengalaman di luar bangku pendidikan formal (Sekolah dan Universitas). Itu berarti bahwa Blog ini telah berumur sekitar 12 Tahun.
Walaupun masa lalu sudah berlalu, tetapi kita masih saja memikirkannya dan menyesali segala perbuatan dan kesalahan yang kita lakukan pada masa-masa lalu tersebut. Segala penyesalan yang membekas dari dalam diri individu kita sendiri itu mungkin bisa berasal dari mengambil keputusan yang salah, tidak peduli dengan sesama, melewatkan kesempatan yang ada, maupun tidak bersungguh-sungguh dalam menjalankan sesuatu sehingga anda tidak meraih sesuatu di masa itu. Mungkin saja kalian menyesal karena tidak berani mengutarakan perasaan anda kepada pasangan, sehingga anda "Ditikung" oleh teman anda, mungkin anda tidak bersungguh-sungguh mempelajari hal baru selama di sekolah, sehingga anda tidak begitu piawai dalam sesuatu di masa kini, atau mungkin anda juga menyesal karena tidak bersosialisasi di masa muda sehingga kini anda merasa kesepian. Apabila anda memiliki penyesalan, maka anda tidak sendirian, karena saya sama seperti anda, tidak luput dari kekhilafan, tidak luput dari kesalahan, dan tidak luput dari penyesalan.
Selama saya lahir di dunia ini, saya sendiri telah berbuat banyak kesalahan di masa lalu hingga sekarang, mulai dari tidak serius mendengar nasehat orang tua, tidak begitu serius dalam belajar, tidak banyak bergaul dengan teman, hingga tidak mengembangkan dan menggali bakat terpendam selama masih duduk di bangku sekolah. Tidak hanya itu saja, terkadang saya juga merasa salah memilih jurusan kuliah, salah memilih peminatan, dan juga tidak mengikuti UKM selama masa-masa kuliah. Sehingga saya merasa hidup saya tidak terarah. Saya juga sempat putus asa dan Stres karenanya. Namun berkat karunia dari Yang Maha Kuasa, pada akhirnya saya pun mulai bangkit dan merenungi masa lalu dan menjadikannya sebagai pelajaran untuk masa yang akan datang. Saya pun pada akhirnya mulai Move On dari segala kesalahan yang telah saya perbuat di masa lalu dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama di masa yang akan datang. Kini, saya tidak lagi hidup di masa lalu, mengenang hal-hal baik dan buruk yang saya alami selama ini. Saya pun memilih untuk hidup di masa kini bahkan untuk Masa Depan yang akan Datang. Berikut ini adalah alasan mengapa saya bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu dan Hidup di Masa Kini:
1. Kesadaran akan masa lalu yang tidak dapat terulang lagi.
Masa lalu memang tidak dapat terulang untuk kedua kali. Oleh karena itu, keadaan saat ini janganlah diratapi, karena bila terus berpikir untuk hidup di masa lalu, maka kita tidak akan dapat menjalani dan berusaha untuk lebih baik lagi dari hari sebelumnya. Apalagi kalau kita membandingkan diri kita sekarang dengan orang-orang seusia kita yang telah memiliki pencapaian dalam hidup mereka. Ingatlah, Diri kita sekarang ini tidaklah lebih baik dari orang lain, namun kita tidak seburuk dari diri kita yang dulu. Mungkin saja kita sudah memiliki pencapaian yang di masa lalu kita anggap sebagai pencapaian yang luar biasa.
2. Berpikiran terbuka bahwa segala kesalahan di masa lalu adalah pelajaran berharga yang tidak dapat dipelajari di mana saja, termasuk di Sekolah
Manusia pada hakikatnya tidaklah sempurna, dan bisa saja berbuat salah kepada siapa saja. Kita mungkin pernah bertengkar dengan teman kita hingga membuat hubungan pertemanan retak, atau mungkin kita tidak memilih jalan hidup yang sesuai dengan kita karena kita berasa ada kemungkinan lain yang lebih baik jika kita memilih jalan hidup lain. Tetapi ingatlah, kesalahan adalah salah satu tanda bahwa kita "Belajar", kita belajar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Berdasarkan buku Atomic Habits karya dari James Clear, Setidaknya jika kita menjadi lebih baik 1 Persen setiap hari dari kesalahan yang kita perbuat, maka dalam setahun kita telah bertumbuh sebanyak 3778 Persen, atau 38 Kali lebih baik dari diri kita setahun kemarin! Bukankah itu sebuah pencapaian yang luar biasa? Oleh sebab itu, sebaiknya berhenti meragukan diri kita karena kerap berbuat kesalahan dan mulai "Belajar" dari kesalahan itu untuk menjadi lebih bijaksana dari hari kemarin.
Sumber: https://jamesclear.com/continuous-improvement
3. Belum tentu pilihan yang tepat di masa lalu berdampak baik di masa kini atau bahkan di masa yang akan datang
Meskipun anda kerap membuat keputusan yang salah selama hidup anda, belum tentu keputusan yang anda anggap "Benar" itu akan "Baik" untuk diri anda di masa kini ataupun masa yang akan datang. Misalnya saja, jika anda memilih untuk terbuka dalam pergaulan, meskipun anda menganggap bergaul dengan siapa saja merupakan hal yang "Benar", belum tentu hal itu berguna apalagi baik untuk anda. Jika anda terlalu bebas dalam pergaulan, anda bisa saja terjerumus dalam hal-hal yang tidak anda inginkan, seperti Narkoba ataupun Perkelahian Remaja. Oleh karena itu, meskipun saya agak menyesal karena tidak sering bergaul dengan orang lain, saya sendiri masih bersyukur karena hingga saat ini saya tidak terjerumus dalam lingkaran pergaulan yang buruk dan sekarang saya hidup dalam keadaan yang baik-baik saja.
Sumber: https://www.pinterest.com/pin/idiom-tiongkok-manusia-berencana-tapi-tuhan-yang-menentukan--355573333090808181/
4. Memahami arti dari hakikat hidup, bahwa Hidup adalah Skenario besar yang dibuah oleh Yang Maha Kuasa untuk Kita
Manusia diciptakan dan hidup bukan tanpa arti, dan setiap detik manusia bernafas, sangatlah berarti bagi diri mereka sendiri dan juga sekitar mereka. Manusia mungkin sudah merencanakan sebuah hal yang dari dulu mereka ingin mereka jalani, tetapi terkadang rencana tersebut gagal untuk dijalankan, entah karena adanya halangan atau mereka tidak sungguh-sungguh melaksanakannya. Namun di balik itu semua, rupanya Hidup ini adalah sebuah Skenario besar yang dibuat oleh Sang Pencipta Yang Maha Kuasa untuk kita, para manusia yang sedang menjalani hidup di dunia ini. Meskipun di masa lalu kita tidak berhasil dalam menjalankan rencana dalam hidup kita, bukan berarti kita menjadi orang yang gagal. Hanya saja rencana Yang Maha Kuasa untuk kita masih belum sesuai untuk keadaan saat ini. Sehingga yang bisa kita lakukan adalah terus Berdoa dan berusaha sekuat tenaga agar suatu hari rencana indah dari Yang Maha Kuasa bisa terjadi dalam diri kita sendiri.
Sumber: https://trigger.id/muhasabah-pagi-rencana-allah-pasti-lebih-baik-dari-rencanamu/
5. Setiap waktu berlalu, kita membuat sebuah Memori dan Kenangan berharga. Baik di masa lalu maupun masa kini.
Masa Lalu Adalah Sejarah, Masa Depan adalah Misteri, tetapi Masa Kini adalah Anugerah. Itulah sekutip ucapan dari Master Oogway kepada Po, dalam sebuah Film berjudul "Kung Fu Panda". Kutipan itu bermakna bahwa Masa Lalu adalah sebuah sejarah yang akan selalu kita kenang dalam hidup kita, sedangkan Masa Depan adalah sebuah Misteri yang harus kita persiapkan sekarang juga, dan kehidupan kita di masa kini adalah sebuah Anugerah dari Yang Maha Kuasa untuk kita. Namun kita tidak pernah menyadarinya jika kita selalu melihat ke masa lalu dan terus berkutat pada masa lalu, maka kita tidak akan dapat menikmati masa kini selayaknya kita menikmati hidup di masa lalu.
Kita juga tidak akan dapat terus bergerak maju dan melakukan apa yang seharusnya kita bisa perbuat untuk menjadi lebih baik setiap harinya karena kita hanya berkutat masa lalu dan terus berharap agar dapat kembali dan hidup di dalamnya. Sehingga di masa yang akan datang nanti, kita tidak akan memiliki kenangan tentang kehidupan di masa kini karena pada masa kini kita hanya menyia-nyiakan hidup kita untuk mengeluh dan menyalahkan keadaan akibat dan hanya menghabiskan waktu di masa kini untuk hidup di masa lalu. Maka sebaiknya kita menjalani hidup di masa kini selayaknya kita menjalani hidup di masa lalu, namun dengan inisiatif yang lebih baik.
6. Menggunakan penyesalan di masa lalu sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang Jauh Lebih Baik dari Sebelumnya
Masa Lalu bisa saja indah, namun juga bisa menyakitkan. Itu semua tergantung dari bagaimana anda menjalankan hidup di masa lalu. Jika anda menyia-nyiakan waktu anda di masa lalu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, maka bisa saja masa lalu anda menjadi menyakitkan. Apalagi jika kita melihat teman-teman lainnya menjadi lebih sukses dari anda karena mereka sudah bersungguh-sungguh sejak dulu. Namun hal itu rupanya bisa saja menjadi cambuk yang berguna untuk anda berlari mengejar mimpi dan cita-cita anda selama anda hidup. Maka, dengan sisa waktu hidup di masa kini anda bisa menggunakannya sebagai Motivasi untuk tidak mengulang kesalahan yang sama di masa lalu tersebut dan menjadi semakin bersungguh-sungguh dalam mencapai mimpi dan cita-cita anda yang belum tercapai sekarang ini. Janganlah menyerah dalam menggapai mimpi, karena tidak ada kata terlambat untuk memulai selama anda memiliki tekad dan niat yang kuat untuk mencapai impian anda.
Sumber: https://quotefancy.com/quote/2938713/Ken-Poirot-We-cannot-change-the-past-We-can-only-take-action-in-the-present-and-therefore
Sebelum saya menutup artikel ini, saya akan merekomendasikan sebuah buku yang berguna untuk anda baca, yang berjudul Berani Tidak Disukai, atau dalam bahasa inggrisnya di sebut sebagai Courage to be Disliked karya dari Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga. Selama ini orang hidup dalam keadaan Sebab-Akibat yang membuat mereka kerap menyesali setiap perbuatan mereka karena salah dalam bertindak dan membuat keputusan dalam hidup. Namun buku ini dapat membuka Khazanah anda tentang makna hidup dari sudut pandang yang lain, yaitu Teleologi yang dikemukakan oleh Alfred Adler. Daripada melihat akibat dari segala tindakan, perbuatan, dan keputusan yang diperbuat di masa lalu, Teleologi lebih berfokus pada Tujuan hidup kita yang membuat kita kerap melakukan suatu hal atau membuatu suatu keputusan. Sehingga Orang pun menjadi lebih berfokus pada tujuan hidup mereka tanpa harus berlarut dalam penyesalan.
Selain itu, dalam buku ini juga mengajarkan bahwa selama ini kita tidak harus bergantung dan terikat dari penilaian orang lain kepada kita, karena jika kita terus hidup dalam tuntutan orang lain, maka kita tidak akan mengetahui jati diri anda yang sejati dan tidak hidup untuk diri kita sendiri. Hal itu membuat kita terus merasa lelah karena hidup dalam bayang-bayang ekspektasi orang lain. Dan jika kita tidak hidup dalam ekspektasi orang lain, maka kita akan dibenci. Selain itu, kita juga tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan karena kita ingin dinilai baik oleh orang lain, meskipun hal tersebut bertentangan dengan hidup yang anda inginkan. Anda tidak menjadi lebih baik karena anda harus terus berkata "Ya" demi memuaskan hasrat orang lain tanpa bisa memiliki waktu untuk mengembangkan diri kita sesuai dengan diri kita sendiri. Oleh karena itu, meskipun menyakitkan, setidaknya kita tidak perlu takut untuk dibenci orang lain karena kita tidak menjadi apa yang mereka inginkan dan kita pun pada akhirnya bisa hidup sesuai dengan tujuan hidup kita tanpa harus peduli dengan penilaian orang lain terhadap kita. Sebagai contoh, lingkungan hidup anda menuntut anda menjadi seorang Pegawai Kantoran, namun anda tidak suka rutinitas di Kantor. Sedangkan anda sendiri ingin menjadi seorang Penulis ternama. Tentunya jika anda memilih untuk menjadi Pegawai Kantoran sesuai dengan tuntutan lingkungan anda, maka anda akan dipandang baik oleh lingkungan anda, meski anda merasa tersiksa karena anda tidak menyukai rutinitas di kantor dan tidak bisa menggapai impian hidup anda menjadi seorang Penulis. Namun jika anda mengabaikan cibiran dan penilaian orang karena memilih jalan hidup sebagai seorang Penulis, maka anda akan merasa bahagia karena anda memilih jalan hidup yang sesuai dengan pribadi anda, bukan dari tuntutan lingkungan hidup anda.
Beli Bukunya di sini: https://ebooks.gramedia.com/id/buku/berani-tidak-disukai
Sebagai penutup, saya menyampaikan jikalau ada tulisan atau perkataan yang kurang berkenan di hati para pembaca, maka saya memohon maaf dan koreksinya. Segala kritikan dan saran saya terima. Terima kasih karena telah membaca artikel Blog ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Post a Comment